Preloader

PROFIL KABUPATEN MAPPI 

Kabupaten Mappi merupakan salah satu kabupaten dari Provinsi Papua Selatan dengan luas wilayah 25.609,94 km2, yang terbagi menjadi 15 kecamatan (distrik). Distrik Nambioman Bapai adalah distrik dengan wilayah terluas di Kabupaten Mappi yaitu sebesar 5.074,46 km2  atau 19,81 persen dari total luas wilayah Kabupaten Mappi. Sebaliknya, Distrik Ti-Zain memiliki  luas terkecil yaitu sebesar 583,95 km2 atau 2,28 persen dari total luas wilayah Kabupaten  Mappi. Kondisi geografi di Kabupaten Mappi didominasi oleh daratan dan rawa-rawa. 

1. SEKTOR PERTANIAN 

SAGU 

• Tersedia lahan basah 1.656.299,73 Ha, terdiri dari 705.030,67 Ha sesuai dan 961.269,06 agak sesuai  (Data IPB University) 

• Kawasan Hutan/Dusun Sagu 261.078 Ha merata di semua Distrik. 

• Kandungan Pati kering sagu 0,8 – 1,1 ton per pohon 

PADI 

• Potensi lahan untuk penanaman Padi seluas : 1.621.006,5 Ha, dari luas lahan tersebut yang cocok dan memiliki pH netral adalah 583.562,34 Ha tersebar di Distrik Edera,  Yakomi, sebagian Bamgi, sebagian Nambioman Bapai, sebagian Venaha dengan produktivitas rata-rata 3,5 – 4 ton per hektar, sedangkan lahan basah dengan pH rendah  seluas 1.037.444,16 Ha dengan produktivitas 1,5 – 2 ton per hektar (tanpa perlakuan)  menyebar di wilayah Distrik Obaa, sebagian Nambioman Bapai, Minyamur, Haju, Bamgi,  Syachame, Assue, sebagian Venaha. 


2. SEKTOR PERKEBUNAN 

Perkebunan Tahun 2024, total luas areal tanaman perkebunan sebesar 4275.4 hektar dan menghasilkan total produksi sebanyak 581.849 ton dengan produksi terbesar 

pada komoditas karet sebanyak 581.849 ton. Tahun 2024, total luas panen tanaman sayuran di Kabupaten Mappi adalah 5,75  hektar. Dari luas panen tersebut, diproduksi sayuran sebanyak 34,04 kuintal. Tanaman  dengan produksi terbanyak adalah kacang panjang yang mencapai 14,77 kuintal. Total produksi buah-buahan di Kabupaten Mappi sebanyak 144,56 kuintal. Produksi buah terbesar tahun 2024 adalah rambutan sebanyak 38,41 kuintal, dilanjutkan dengan pepaya sebanyak 32,16 kuintal dan pisang sebanyak 19,83 kuintal. Produksi Buah – buahan di Kabupaten Mappi : 

- Pepaya 32,16 Kuintal 

- Mangga 2,6 Kuintal 

- Pisang 19,83 Kuintal 

- Durian 13,53 Kuintal 

- Nangka 6,1 Kuintal 

- Nanas 2,01 Kuintal 

KARET 

• Luas lahan yang sesuai untuk pengembangan karet seluas 876.727,39 Ha 

• Telah dilakukan budidaya seluas 3.101 Ha kebun karet rakyat, dengan jumlah petani yang terlatih sebanyak 3.393 orang (99 % OAP) 

• Produksi Karet 2022 (1.077,776 ton), 2023 (708.486 ton), 2024 (581.840 ton), 2025 sampai Juli (661.742 ton) Komoditi Pertanian/Perkebunan lainnya (Palawija, Sayuran, Kelapa, Kopi, Cengkeh) 

• Potensi lahan kering untuk areal Pertanian dan perkebunan lainnya seluas : 876.727,39 Ha, berada diluar areal lindung dan areal yang bukan peruntukan untuk budidaya.  GAHARU, GAMBIR, MASOHI 

• Gaharu : Distrik Haju, Assue, Passue, Passue Bawah, Citak Mitak, Syahcame dan Venaha 

• Gambir dan Kulit Masohi tersedia dan menyebar di Distrik Edera, Bamgi, Syahcame Venaha dan Yakomi. 

3. SEKTOR PETERNAKAN 

AYAM PETELUR DAN BABI 

• 500 ekor ayam Petelur menghasilkan 330 butir telur per hari, hal ini sangat menjanjikan. 

• 700 ekor babi menghasilkan 3000 kg daging, hal ini sangat menjanjikan karena pasar yang jelas. 

 

4. SEKTOR PERIKANAN 

Kabupaten Mappi terletak diantara 4°50'0''-7°30'0" LS dan 138°30'0''-140°10'0'' BT, dan memiliki Luas perairan laut Kabupaten Mappi ± 4.750 km2 dan memiliki panjang pantai  ± 

218 km, yang mana merupakan Potensi Sektor Perikanan Nasional, sehingga Kabupaten Mappi dikategorikan sebagai wilayah Potensi : 

- Fishing ground (FG) Kab. Mappi berada pada laut Arafura WPPNRI 718, memiliki potensi ikan yang melimpah, Namun SDM perikanan tangkap belum sepenuhnya menguasai alat / sarana penangkap ikan 

- Jumlah Alat tangkap sebanyak 11,221 yang telah dibagikan kepada pelaku usaha perikanan tangkap namun belum bisa memaksimalkan potensi FG.  

- Permintaan produksi hasil perikanan (jenis ikan segar, udang, kepiting bakau dan gelembung ikan) per tahun cukup tinggi ± 1 juta ton/tahun dan ini merupakan produk unggulan penyokong perekonomian nelayan OAP dan nusantara  

- Minimnya armada kapal penangkap ikan ? 30GT dan sarana penampung ikan yg berdampak pada jumlah produksi dan rendahnya mutu kualitas hasil perikanan 

- Titik Lokasi Perikanan Tangkap : 

- Tititk Lokasi Perikanan Budidaya : Distrik Obaa, Distrik Edera dan Distrik Minyamur 

- Lokasi Kampung Nelayan :Kampung Mur, Kampung Wagin, Kampung Sumuraman dan Kampung Isyaman untuk perikanan tangkap. Sedangkan untuk perikanan budidaya, 

yakni : Kampung Obaa, Kampung/Kelurahan Bade, Kampung Senggo dan Kampung Katan. 


5. SEKTOR KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA 

Kabupaten Mappi memiliki 7 suku besar yang mendiami wilayah, yakni :

-Suku Awyu 

- Suku Yaghai 

- Suku Wiyagar 

- Suku Kuruway Citak 

- Suku Korowai Kombay 

- Suku Tamario 

- Suku Asmat 

Adapun suku-suku lain yang berasal dari luar Kabupaten Mappi yang telah tinggal,  menetap dan berinteraksi dalam kehidupan masyarakat diantaranya : 

- Kei 

- Tanimbar 

- Ambon 

- Jawa 

- Toraja 

- Batak 

- Makassar 

- Bugis 

- Buton 

- NTT

- PAdang

- Kalimantan

- NTB

- Manado

Warisan kebudayaan yang menjadi ciri khas Masyarakat mappi ialah : Tarian Perdamaian (Tambi Tate), Lagu Adat (EB), Noken dari kulit pohon Gaharu, Tifa khas Mappi, Salawaku khas Mappi dan Piring Adat khas Mappi. Rumah Pohon yang merupakan budaya dari Masyarakat Suku Korowai yang dibangun di atas pohon besar pada ketinggian 15-50 meter di Distrik Kaibar, menarik wisata budaya bagi pengunjung yang ini melihat langsung keberadaan “Rumah Pohon” tersebut. 

Pemerintahan Mappi pertama pada masa jaman Belanda 1937, ini dibuktikan dengan situs sejarah/jejak sejarah yang ada di Kampung Masin, Distrik Obaa. Adapula Wisata 

Rohani berupa Goa Maria di kampung Yatan Distrik Nambioman Bapai serta Wisata Alam : ”Kepala Arus” di Kampung Bade(Distrik Edera) & Kampung Mur(Distrik Nambioman Bapai). Terdapat juga wisata buatan sebagai tempat hiburan bagi Masyarakat, yakni : Water Park Salam Manis, Taman Kakato dan Garden Park Mappi.  

Beberapa Sanggar Budaya yang ada di 13 Distrik, Dimana Sanggar tersebut menyajikan hasil ukiran, ayaman, seni rupa serta seni tari yang berasal dari Masyarakat adat setempat. 

LINK TERKAIT

Whatsapp-Button